wisata alam

wisata alam (23)

PANTAI BANDENGAN

  • Monday, 05 March 2018 07:23
  • Written by
Pantai Tirto Samudro atau yang dikenal oleh masyarakat umum dengan sebutan Pantai Bandengan terletak 7 km sebelah utara dari pusat kota. Pantai yang airnya jernih dan berpasir putih ini sangat cocok untuk lokasi mandi . tak jarang para wisatawan yang datang ke obyek ini sengaja melakukan mandi laut. Umumnya mereka anak-anak, remaja dan para wisatawan manca Negara. Biasanya saat yang paling disukai adalah pada waktu pagi hari dan di saat sore menjelang senja dimana akan tampak panorama sunset yang memukau.
 
 
 
Di lokasi ini pula kita dapat bersantai ria dan duduk duduk di atas shelter sambil menikmati semilir angin pantai serta udara yang masih alami (tanpa polusi). Kawasan obyek wisata yang lahannya cukup luas (+ 16 hektar) dan sebagian besar ditumbuhi rerimbunan pohon-pohon pandan ini memang cocok untuk kegiatan remaja seperti berkemah, volley pantai, sepeda santai atau kegiatan-kegiatan serupa lainnya. Selain itu pula di dalam area obyek wisata ini sering digunakan sebagai ajang moto cross dan festival layang-layang baik regional, nasional maupun internasional. Obyek wisata ini dapat di jangkau dengan mudah oleh kendaraaan umum, sebab sudah tersedia prasarana jalan beraspal yang dapat ditempuh sekitar ± 10 Menit dari jalan raya menggunakan transportasi Sepeda motor /Mobil. sekarang sudah dibangun jalan tembus melalui kompleks stadion Gelora Bumi Kartini sehingga jarak tempuhnya semakin dekat.

Selain menikmati keindahan pantai, pengunjung dapat beraktivitas di laut dengan bermain jetski, banana boat, kano, dan berenang memakai pelampung ban warna-warni, atau naik kapal wisata berkapasitas 30 orang menuju Pulau Panjang. Aktivitas di tepi pantai diantaranya membuat istana pasir dan berpetualang dengan kendaraan ATV.

  

Melalui "Pantai Bandengan", kita juga dapat menuju ke "Pulau Panjang" dengan merogoh kocek Rp 20.000 Untuk transportasi kita akan menaiki kapal yang akan mengantarkan kita sampai pulau panjang dan pulang lagi ke dermaga di pantai bandengan. jika ingin menyewa 1 kapal juga di persilahkan dengan bernego harga dengan pemilik kapal tersendiri. 
 
Bagi pengunjung yang ingin menjelajahi kawasan Obyek Wisata Pantai Bandengan dapat berkeliling dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kereta wisata. Di dalam Obyek Wisata ini banyak dijumpai Warung makan yang menyajikan makanan menu seafood seperti ikan, udang, cumi-cumi, kerang, dan kepiting / rajungan.
 

WOOD BALL

Permainan woodball mirip dengan bermain golf, terdiri dari beberapa fairway, minimal 12 fairway dalam satu lapangan. Di dalam satu fairway terdapat start area dan gate area. Setiap pemain memukul bola dari strart area hingga ke gate area sampai memasukan bola. Setiap pukulan dihitung dan diakumulasikan dengan pukulan di fairway lain. Juaranya dilihat dari pemain yang paling kecil scorenya. Fasilitas ini juga terdapat di PANTAI BANDENGAN.

  

HISTORI

Menurut catatan sejarah, pantai Bandengan ternyata masih terkait erat dengan kehidupan Pahlawan Nasional yang juga tokoh emansipasi wanita yaitu RA Kartini. Pantai ini menyimpan banyak kenangan manis buat putri Adipati Jepara kala itu. Gadis yang lincah dengan panggilan TRINIL ini semasa kecilnya sering sekali berwisata ke pantai ini bersama Bangsawan Hindia Belanda yaitu Ny. Ovink Soer (Isteri asisten residen) bersama suaminya. Pada saat liburan pertama menjelang kenaikan kelas, mereka selalu mengajak RA Kartini beserta adik-adiknya Roekmini dan Kardinah untuk menikmati keindahan suasana pantai. Kartini dan kedua adiknya mengikuti Ny. Ovink Soer mencari kerang sambil berkejaran menghindari ombak yang menggapai kaki mereka. Kepada Kartini ditanyakan apa nama pantai tersebut. Di jawab dengan singkat "Pantai Bandengan" kemudian Ny. Ovink Soer mengatakan di Holland pun ada pantai yang hampir sama dengan Pantai Bandengan, hanya ada sedikit perbedaan bahwa airnya dingin namanya SCHEVENINGEN. Secara spontan Kartini menyela "..kalau begitu kita sebut saja Pantai Bandengan ini dengan "KLEIN SCHEVENINGEN". Berawal dari hal di atas, maka sampai sekarang Pantai Bandengan terkenal dengan sebutan KLEIN SCHEVENINGEN (bahasa Belanda : KLEIN berarti pantai dan SCHEVENINGEN yaitu nama pantai di negeri Belanda).

Menjelang dewasa, RA Kartini sering datang ke pantai ini untuk merenung dan mencari inspirasi. Dalam keluh kesahnya yang sering disampaikan lewat surat kepada temannya, Stella di negeri Belanda, Kartini kerap kali menceritakan indahnya Pantai Bandengan ini. Selain itu Pantai Bandengan merupakan tempat yang pernah mengukir sejarah perjalanan cita-cita RA Kartini. Di sini RA Kartini dan Mr. Abendanon pernah bertemu untuk mengadakan pembicaraan empat mata berkaitan dengan permohonannya untuk belajar ke negeri Belanda, meskipun akhirnya secara resmi permohonannya kepada pemerintah Hindia Belanda ditarik kembali dan biaya yang sudah disediakan untuk RA Kartini diberikan kepada pemuda asal Sumatera yaitu Agus Salim (KH. Agus Salim).

Sementara itu dikisahkan bahwa obyek wisata Pantai Bandengan memiliki keterkaitan dengan legenda asal usul Kepulauan Karimunjawa. Dalam legenda disebutkan bahwa karena terdorong rasa prihatin akan perilaku anaknya yang nakal/bandel, maka Sunan Muria memerintahkan puteranya yaitu Amir Hasan pergi ke utara menuju sebuah pulau yang nampak "kremun-kremun" dari puncak Gunung Muria. Kepergian ini dengan tujuan untuk memperdalam sekaligus mengembangkan ilmu agama. Kelak pulau yang dituju itu dinamakan Pulau Karimunjawa. Dalam perjalanan itu sampailah Amir Hasan di pantai yang banyak terdapat paya-paya dan ikan bandeng. Sampai sekarang tempat ini dinamakan Desa Bandengan dan pantai yang terletak di desa itu disebut pula Pantai Bandengan

 


TRANSLATE  : ENGLISH

Tirto Samudro beach or known as Bandengan beach is located 7 km north of center city. The clear water and white sandy beach is the right place to enjoy the time with family. Most of tourists who come to the beach enjoy playing there. They are kids, teenagers and foreigners. Best time to enjoy the beach is in the morning and afternoon to see the beautiful sunrise and sunset.

In this place, tourists also can enjoy the air and sit on the shelter. This tourism object is quite wide. It is around (±16 ha) and there are many screw pines grown there. The place is suitable for teenager’s activity such as camping, playing volley ball, bicycling or other activities. Besides, moto cross event and kite festival are often held there among regional, national and international. This tourism object is easy to reach by public transportation. It takes 10 minutes by motorcycle or car. Now, there is an alternative way through complex Gelora Bumi Kartini stadium so the distance is nearer.

Besides enjoying the beautiful of the beach, tourists can enjoy the water attractions such as Jet Ski, banana boat, canoe, and swim using float or boat with capacity around 30 people to Panjang Island. Touristscan also make a sand castle and ride ATV in the seashore.

For tourists who want to explore the tourism object in Bandengan beach, they can go around by their private vehicle or use a train. In this tourism object there are many restaurants which serve seafood menu such as fish, shrimp, squid, oysters and crab.

WOOD BALL

Playing wood ball is similar with playing golf, it consists of some fairways, and the minimum in one area are 12fairways. In one fairway, there are start area and gate area. Every player hits the ball from start area to gate area until the ball is in. Every hit counted and accumulated with other fairways. The winner is seen from the player with small score. This facility also available at Bandengan beach.

HISTORY

According to the history, Bandengan beach is still related with patriotism, the figure of woman emancipation RA. Kartini. At that time the beach gave many sweet memories for the daughter of Adipati Jepara. When she was child, this agile girl called TRINIL often goes to the beach with Dutch East Indies nobleman, Mrs. Ovink Soer (assistant resident’s wife) with her husband. At the time of second semester holiday, they often invite RA Kartini and her sisters Roekmini and Kardinah to enjoy the beautiful scenery of the beach. Kartini and her sisters followed Mrs. Ovink Soer to seek for some oysters and played at the beach. Kartini asked by Mrs. Ovink Soer “what is the name of the beach?” She answered “Bandengan beach”. Then, Mrs. Ovink Soer said that there was a same beach with Bandengan beach in Netherlands. It called SCHEVENINGEN because the water there was cold. Kartini interrupted her conversation with Mrs. Ovink Soer “so we can call Bandengan beach with KLEIN SCHEVENINGEN”. From the history, Bandengan beach known as KLEIN SCHEVENINGEN (Dutch: KLEIN means beach and SCHEVENINGEN means name of beach in Netherlands).

When she was grown up, RA Kartini often went to this beach to think and find some inspirations. She often expressed her feeling by writing a letter to her friend. Her friend was Stella who lived in Netherlands and Kartini often told the beautiful scenery of Bandengan beach to Stella. Besides that, Bandengan beach was a historical place of RA Kartini’s journey. In this place, RA Kartini and Mr. Abendanon met to have a private talk about her request of permission to study in Netherlands. Unfortunately, her request was rejected by Dutch East Indies Government and it was given to another young man from Sumatera named Agus Salim (KH. Agus Salim).

There is a correlation between the history of Bandengan beach and the legend of Karimunjawa Island. The legend told that Sunan Muria felt sad about the bad behaviour of his son, then he commanded his son (Amir Hasan) to go to the north into an Island that seen “kremun-kremun” (blurry) from the top of Mount Muria. It aimed to develop his religion. Then the island named as Karimunjawa Island. On his way, he arrived in the beach with lot of paya-paya and milkfish (bandeng). Until now, this place called Bandengan village and the beach near the village called Bandengan beach.

 

 

 

 

 

 

AIR TERJUN BANYU ANJLOK

  • Tuesday, 08 August 2017 10:42
  • Written by

Air Terjun Banyu Anjlok adalah air terjun yang terletak di samosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Air Terjun Banyu Anjlok tersebut sangat asri, karena jarang yang berwisata ke air terjun ini, sebab aksesnya yang ekstrem

Konon dulu warga tidak ada yang tahu bawa di Desa Samosari ada air terjun, ketika ada sesorang sedang mencari kayu bakar tiba-tiba ia mendengar suara sesuatu ketika ia dekati arah suara tersebut ternyata ada banyu yang anjlok (air yang berjatuhan). Air terjun ini dinamakan Banyu Anjlok karena warga melihat ada banyu yang anjlok (ada air yang terjun bebas). Oleh karena tersebut dinamai Air Terjun Banyu Anjlok.

Air Terjun Banyu Anjlok berada di Samosari , Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Untuk mencapai Terjun Banyu Anjlok dapat ditempuh dengan cara jalan kaki, karena medannya yang cukup ekstrem, jika menggunakan motor atau mobil harus diparkir di pemukiman penduduk Desa Samosari. Rute untuk mencapai air terjun ini sangat menguji nyali karena aksesnya yang sulit.

 

PANTAI SEMAT

  • Monday, 15 May 2017 09:37
  • Written by

Pantai Semat adalah pantai yang berada di Semat kecamatan Tahunan, Jepara. Jarak  pusat kota menuju selatan pantai semat kurang lebih 6km.Pantai ini merupakan salah satu pantai di kawasan Jepara yang masih perawan dekat pantai teluk awur dan mudahnya akses jalan yang dapat dilalui kendaraan roda 2 maupun roda 4. Desa yang masuk di Kecamatan Tahunan berbatasan dengan Kecamatan Kedung ini menawarkan panorama hutan bakau dan pantai lepas yang indah. Dipagi hari memang sangat nyaman dan segar, apalagi waktu sore hari maupun malam, lokasi ini tidak pernah sepi dari masyarakat yang bisa menikmati panorama laut.Suasana di pantai Semat ini bisa dijadikan alternatif untuk berwisata seluruh anggota keluarga , apalagi yang belum pernah ke pantai . Kawasan pantai Semat semakin tertata , jalan yang dulu berujud tanah liat berpasir. Kini sudah dibetonisasi meski hujan jalan tidak licin seperti dulu. Selain air lautnya bersih juga keadaannya cukup tenang , sehingga dengan mengajak seluruh anggota keluarga ,dengan membawa tikar dan bekal untuk seharian dan juga membawa peralatan untuk memancing ikan dilaut sambil menikmati pemandangan yang indah dan bersenang-senang sepuasnya.Selain hanya duduk-duduk bersama dengan melihat hamparan laut yang membiru , di pantai ini juga bisa dijadikan sebagian besar pemancing karena disini juga bisa untuk tempat memancing atau menjaring.Dan jika ingin pesiar atau ,mancing ke tengah laut warga juga menyediakan jasa sewa dan antar dengan menggunakan perahu ke tengah laut.

 

Apabila pengunjung tidak membawa bekal dari rumah diseputaran pantai warga telah membuka warung-warung sederhana yang menyediakan minuman atau makanan bagi para pengunjung dan rumah-rumahan kecil untuk berteduh untuk melepaskan lelah sejenak.

 Di pantai semat ini disediakan fasilitas :

  • gazebo-gazebo,
  • SPBM toilet, dll.

 

PANTAI PAILUS

  • Thursday, 20 April 2017 12:35
  • Written by

Pantai Pailus adalah pantai di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara yang menjadi salah satu tempat wisata baru yang layak dikunjungi wisatawan. Pantainya yang masih perawan dan relatif masih bersih serta alami.

PANTAI SUWERU

  • Thursday, 20 April 2017 12:28
  • Written by

Pantai Suweru pantai ini juga di kenal Pantai Waden atau juga Pantai Banyutowo. Pantai Suweru adalah pantai yang terdapat di Desa Balong, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Pantai ini dikelola oleh Perkebunan Beiji. Jaraknya sekitar 30 km dari alon-alon Jepara. Pantai ini memiliki panorama yang indah, dengan pasir hitam dan sedikit pasir putih, disertai dengan tebing. Udaranya sejuk.

Air Terjun Dong Paso

  • Thursday, 20 April 2017 11:52
  • Written by

 

Air terjun ini mulai jadi perhatian para traveler yang mau liburan di Jepara. Air terjun yang terletak di dukuh Kedawung, desa Somosari, kecamatan Batealit. 

Lokasinya tidak jauh dengan air terjun Nongko Pace. Untuk mencapai tempat ini cukup mudah, dari lokasi parkir yaitu di kawasan dekat SD Somosari 03, anda harus berjalan selama kurang dari satu jam melewati perkebunan warga dan sungai yang memiliki batuan yang cukup besar. Medan yang anda tempuh cenderung datar, mulus tanpa ada hambatan-hambatan berat. Tidak perlu takut nyasar, karena di setiap jalan sudah dipasangi papan penunjuk jalan. Anda bisa berhenti sejenak selama di perjalanan untuk sekedar melepas lelah atau berfoto di tengah-tengah perkebunan dengan pemandangan yang dijamin keren.

 

Akar seribu

  • Thursday, 20 April 2017 11:22
  • Written by

Akar seribu adalah sebuah pohon karet yang sangat besar, dan memiliki lebih dari seribu akar. wana akar seribu terletak di desa plajan petir Rt25 Rw4 pakis aji Jepara. Pohon karet tersebu ditanam pada awal tahun 1931 oleh almarhum bapak sumani dikala umur 16 tahun. tujuan penanaman pohon karet tersebut adalah untuk menghindaru tanah longsor, penghijauan lingkungan, dan penanggulangan erosi banjir, serta untuk menghidupkan sumber mata air di daerah tersebut.

Seiring dengan kemajuan zaman tujuan tersebut bertambah, yaitu dijadikan daya tarik wisata yang sering kita kenal dengan wisata alam "Akar Seribu", yang diharapkan dapat memberikan suasana baru bagi pengunjung yang akan menikmati lingkungan yang masih alami, sunyi, indah, dan nyaman didukung dengan ratusan jenis tanaman yang ada dikawasaan akar seribu dengan luas kurang lebih 25 hektar yang merupakan murni hutan rakyat.

pada kawasan tersebut juga terdapat petilasan "Ki Kerto Guno" yang konon merupakan pedagang rempah - rempah dari kota jepara. Menurut cerita ki kerto guno setiap saat mengambil rempah -rempah dari pasar jati desa tanjung dan juga pasar winongrejo desa tenggguli, baru di bawa ke pasar jepara kota.

sautu ketika dalam perjalanannya antara pasar jati tanjung dan pasar winongrejo melalui bukit serut dengan memakai sarana transportasi pedati (Strek) yang ditarik 2 kerbau dengan 1 kusir yang bernama "NUR SETO" dalam perjalanan tersebut kedua kerbau kehausan dan mencium bau air dari sendang wangi akhirnya kedua kerbau lari kencang mencari arah air sehingga terperosok masuk ke jurang. Sampai menjadi 1 orang kusir dan pedagang rempah termasuk 2 kerbau dan pedatinya seketika itu berubah menjadi batu, sedangkan rempah - rempahnya tumpah berhamburan dan setiap musim penghujan tumbuh dikawasan tersebut (sampai saat ini belum ada yang mengetahui tahun berapakah itu terjadi disamping itu juga ada tebing kepodang, gowok macan, tebing beringin yang menjadi daya tarik wisata alam akar seribu)  

Air Terjun Gembong

  • Saturday, 28 January 2017 12:50
  • Written by

Obyek wisata air terjun gembong terletak di dukuh Papasan, Bangsri, Jepara, Jawa tengah, Indonesia. Papasan adalah desa di kecamatan bangsri, jepara, jawa
tengah, indonesia. Dengan luas 49.246 Ha, Sebelah utara berbatasan dengan desa srikandang, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan desa tanjung, pada sebelah barat berbatasan dengan desa kepuk, dan disebelah timur berbatasan dengan desa dudakawu.

Secara administrasi, desa papasan berpenduduk 1.863 jiwa dengan kepadatan penduduk 25orang/Ha yang terdiri dari 9 dukuh, 13 Rukun Tetangga (RT), dan 3 rukun warga (RW), yaitu:

DUKUH

Gogek Gedoyo
Gluntang Krajan
Gimbal Jetis
Lontar Jeloto
Kampung Anyar  

 

Air Terjun Gembong terletak tidak jauh dari Air Terjun Kedung Ombo. Pengunjung bisa berjalan kaki sekitar 30 menit melewati jalan setapak yang telah disediakan. Tidak seperti Kedung Ombo, Air Terjun Gembong dilewati dengan sebuah perjalanan  yang lebih asik dan menantang. Selain pengunjung tracking, prngunjung juga dapat melakukan olahraga motor Trail diarea ini karena medannya sangat mendukung dan menantang.

IMG_6999 [800x600] IMG_6987 [800x600]

 

Air Terjun Gembong sendiri merupakan air terjun dengan ketinggian sekitar 30 meter dengan aliran air yang deras. Air terjun ini dikelilingi oleh tebing tinggi di kiri dan kanannya. Dibawahnya terdapat   kolam dalam khas air terjun. Pengunjung disarankan untuk tidak berenang di area ini karena dapat membahayakan keselamatan pengunjung.

Air Terjun Kedung ombo

  • Saturday, 28 January 2017 12:49
  • Written by

Obyek  wisata air terjun kedung ombo terletak di dukuh Papasan, Bangsri, Jepara, Jawa tengah, Indonesia. Papasan adalah desa di kecamatan bangsri, jepara, jawa tengah, indonesia. Dengan luas 49.246 Ha, Sebelah utara berbatasan dengan desa srikandang, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan desa tanjung, pada sebelah barat berbatasan dengan desa kepuk, dan disebelah timur berbatasan dengan desa dudakawu.

Secara administrasi, desa papasan berpenduduk 1.863 jiwa dengan kepadatan penduduk 25orang/Ha yang terdiri dari 9 dukuh, 13 Rukun Tetangga (RT), dan 3 rukun warga (RW), yaitu :

DUKUH

Gogek

Gedoyo

Gluntang

Krajan

Gimbal

Jetis

Lontar

Jeloto

Kampung
anyar

 

Tak lama berjalan wisatawan dikejutkan dengan empat air terjun yang berjajar pada satu tebing. Masing-masing air terjun itu berjarak sekitar 40 meter dengan ketinggian kurang lebih 800 kaki. Airnya yang jernih dan beriak jatuh terlihat seperti air putih yang jatuh dari langit bila terlihat dari kejauhan. Disini wisatawan dapat menikmati dingin dan jernihnya aliran air dengan berenang atau sekedar bermain air. Perjalanan yang melelahkan akan terbayar dengan pemandangan yang tidak akan terlupakan oleh wisatawan.

Kloase Air Terjun Kedung Ombo

Mitos Air terjun Kedung Ombo

Dalam hal ini bukan di Lokasi Air Terjun Kedung Ombo yang memiliki mitos, melainkan akses jalannya. Berdasarkan cerita dari Bpk Zainal, jalan menuju air terjun tepatnya sekitar 200 meter dari batas akhir perumahan warga, tidak boleh dilewati oleh orang yang baru saja menikah, tepatnya sebelum Nyelapan atau 40 hari, apabila itu dilanggar maka pengantin baru itu akan mengalami permasalahan dalam rumah tangga hingga mengakibatkan hancurnya hubungan rumah tangga pengantin tersebut.

Konon katanya, pada zaman dahulu kala terdapat seorang lelaki yang bernama Raseno tinggal diwilayah tersebut. Ia adalah seorang yang sakti dan menguasai ilmu
perdukunan. Ia dikenal sebagai sosok orang yang sangat jahat. Dialah yang memiliki tanah di perbatasan rumah penduduk Desa Papasan itu. Namun ketika ia akan pergi dari wilayah desa tersebut, ia tak rela bila tanahnya akan dimiliki orang lain. Sehingga ia memberi kutukan, barang siapa yang berada diwilayah tanah miliknya, dan orang tersebut baru saja menikah maka pernikahannya akan berantakan dan hancur.

Demikianlah mitos yang beredar dikalangan masyarakat dan mitos tersebut masih diakui hingga sekarang. Apalagi menurut cerita, mitos tersebut memang terbukti. Tidak hanya warga dari Desa Papasan yang mendapat kutukan tersebut, melainkan warga dari desa lain yang tidak tau mendapat kutukan tersebut karena telah melanggar mitos tersebut.

Narasumber : Laily Nur Anisah (Mahasiswi Fakultas Syari'ah dan Hukum
UNISNU Jepara), Majalah SHIMA (Oleh Lembaga Pers Mahsasiswa BURSA Fakultas Syari'ah
dan Hukum UNISNU Jepara ) edisi 14

 

 

 

 

Guamanik Pecatu Beach

  • Saturday, 28 January 2017 11:53
  • Written by
 
 

Pantai Wisata Guamanik terdapat di sebelah selatan Benteng Portugis. Letaknya sangat berdekatan bahkan pantainya menyatu hanya dipisahkan oleh sebuah sungai kecil. Di ujung selatan pantai terdapat bukit cukup tinggi yang ditumbuhi pepohonan liar.

Semula tempat ini digunakan sebagai penunjang terapi bagi penderita kusta yang ada di Rumah Sakit Kusta Donorojo. Sekarang penataan sudah dilakukan agar wisatawan dapat menikmati keindahan alam sekaligus berinteraksi dengan ex penderita kusta sehingga mereka tidak merasa dikucilkan. Arealnya cukup luas merupakan tanah milik Propinsi Jawa Tengah dan digunakan untuk menanam tebu dan sebagian merupakan perkebunan pace untuk jamu / obat.Pengunjung dapat melakukan aktivitas di pantai / laut, trekking mengelilingi bukit, atau berjalan naik ke atas bukit untuk melihat pemandangan di sekitar kawasan wisata seperti Benteng Portugis dan Pulau Mandalika.

Guamanik Beach

Guamanik beach is located in the south of Fort Portuguese. The location is very near with the beach. It is only separated with a small river. In the southern of the beach there is a high hill which is grown by wild trees. At first, the place is used to a therapy place for leprosy patients in Kusta Donorejo Hospital. Now, as the arrangement of the hospital has been done, the tourists can enjoy the natural beauty while interacting with the leprosy patients.The area is quite wide and it was Central Java Province land. It used to plant sugar cane and there is cheese fruit garden for traditional herbs. Visitor can do many beach activities there, such as trekking around the hill or walking up to the hill to see the scenery around the tourism object such as Fort Portuguese and Mandalika Island.

 

 

PILIH BAHASA

English French German Indonesian Italian Portuguese Russian Spanish