SURONGGOTHO

  • Posted on:  Saturday, 01 October 2016 14:44
  • Written by 
Rate this item
(0 votes)

Dari Buku “ LEGENDA JEPARA “, penulis HADI  PRIYANTO

 

Suronggotho di ceritakan sebagai orang yang sangat sakti yang hidup pada saat jaman kesunanan atau pada masuknya Islam ke pulau Jawa. Karena kesaktiannya itu ia di tuturkan sangat sombong dan sikapnya sangat keras. Suronggotho berasal dari Kademangan Mandalika. Ia masih termasuk adik seperguruan Ki Ageng Gede Bangsri.

Ki Ageng Gede Bangsri dan Suroggoto berguru pada guru yang sama, yaitu Sunan Muria. Dalam perjalanan berguru tersebut, murid yang di pilih oleh Sunan Muria adalah Ki Ageng Gede Bangsri yang di nilai lebih tekun sehingga cepat bisa melakukan dakwah. Suronggotho yang merasa di anak tirikan kemudian memberontak. Suronggotho ingin mencoba kedikdayaan kakaknya, dengan cara mencintai Dewi Wiji, anak dari Ki Ageng Gede Bangsri.

Saat Suronggotho brtemu dengan Dewi Wiji, Suronggotho langsung tertarik dan ingin membawa Dewi Wiji pulang. Namun Dewi Wiji menolak karena ia tidak suka dengan sifat Suronggotho, dan dia menganggap Suronggotho tidak pantas untuk menjadi suaminya, karena Suronggotho masih adik seperguruan ayahnya.

Namun Suronggotho masih terus memaksa Dewi Wiji untuk di jadikan istri dan diajak pulang ke Mandalika. Karena ketakuta Dewi Wiji melarikan diri , dan Suronggotho mengejarnya. Dalam upaya untuk melarikan diri akhirnya Dewi Wiji bertemu dengan seorang penjual bunga, lalu Dewi Wiji meminta pertolongan kepada si penjual bunga itu untuk menyembunyikannya dari kejaran Suronggoto, dan si penjual bunga itu pun langsung menyembunyikan Dewi Wiji di rumahnya. Namun karena di anggap menghalangi keinginan Suronggotho akhirnya penjual bunga ini di bunuh oleh Suronggotho di tempat. Dan akhirnya tempat itu kelak menjadi nama  desa Kembang.

Mengetahu penjual bunga itu telah terbunuh, Dewi Wiji terus berlari dan akhirnya bertemu dengan Ki Jenggot  lalu Dewi Wiji meminta pertolongan kepada Ki Jenggot yang juga murid Ki Ageng Gede Bangsri. Suronggotho yang tahu dimana Dewi Wiji bersembunyi, kemudian Suronggotho menemui Ki Jenggot dan membunuhnya karena tidak mau menunjukkan tempat persembunyian Dewi Wiji. Desa tempat Jenggot ini kemudian kelak menjadi nama desa Jenggotan.

Dewi Wiji yang ketakutan terus berlari hingga bertemu dengan Sunan Muria. Kepada sunan ia menyampaikan bahwa ia di kejar oleh Suronggotho untuk di jadikan istri. Suronggotho terus mengejar akhirnya juga sampai ke Muria. Kepada Sunan dia bersumpah akan membumihanghuskan Bangsri bila tidak bisa mempersunting Dewi Wiji.

Ki Ageng Bangsri yang mengetahui peristiwa itu kemudian menjadi marah. Dengan membawa pusakanya yang sangat sakti. Suronggotho tidak berani melawan. Ia malah menceburkan diri ke laut  dan berubah menjadi gotho atau binatang laut sejenis yuyu. Namun Suronggotho tetap bersumpah, kalau Dewi Wiji tidak di kobarkan maka rakyat Bangsri akan di hancurkan.

Tidak ingin warganya hidup dalam ancaman yang menakutkan dari Suronggotho, dengan berat hati akhirnya Ki Ageng Bangsri mempersilahkan anaknya untuk memilih. Untuk menjaga keselamatan Bangsri Dewi Wiji memilih untuk mengorbankan diri dengan mencebur ke laut dan seketika berubah menjadi ular lempe.

Sampai sekarang terdapat cerita rakyat jika ada orang digigit ular lempe obatnya Gotho yang di tumbuk halus lalu di oleskan. Sebaliknya jika di gigit Gotho maka obatnya darah ular lempe. Ular lempe di laut ukurannya kecil dan banyak di temukan di sekitar  pulau Mandalika. Sedangkan Gotho adalah sejenis yuyu yang hidup di laut, berbulu, warnanya hitam dan beracun.

Read 823 times Last modified on Tuesday, 07 February 2017 11:18

PILIH BAHASA

English French German Indonesian Italian Portuguese Russian Spanish

KALENDER EVENT

October 2017
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31