Sentra Seni Ukir dan Patung

  • Posted on:  Friday, 21 April 2017 14:12
  • Written by 
Rate this item
(0 votes)

Jepara sangat terkenal sebagai kota ukir. Ukiran adalah kerajinan utama dari kota Jeparayang sangat terkenal di Indonesia maupun manca negara. Yang dimaksud disini adalah ukiran yang berasal dari kayu jati, mahoni, sengon dan lain-lain. Di kota Jepara hampir seluruh kecamatan mempunya mebel dan ukir kayu sesuai dengan keahlian sendiri-sendiri. Hasil kerajinan ukir Jepara bermacam-macam bentuk mulai dari motif patung, motif daun, relief dan lain-lain.

Pemerintah Jepara telah menetapkan Desa Mulyoharjo sebagai desa wisata tempat pembuatan kerajinan seni ukir dan patung. Desa Mulyoharjo sendiri terletak di kecamatan kota Kabupaten Jepara. Desa ini dapat dijangkau dengan mudah oleh kendaraan mengingat letaknya berada dipinggir jalan raya Jepara – Bangsri pintu masuknya ditandai dengan simbol tugu patung kuda yang berjarak 2 km dari pendopo kabupaten jepara

 

Selain pahat patung di Desa Mulyoharjo ini juga terdapat kaligrafi, relif, mebel ukir, hiasan interior, patung abstrak, soufenir yang unik yang semuanya itu terbuat dari satu kayu utuh tanpa terputus atau sambungan kayu. masyarakat yang ramah dan anehnya hampir semua warganya bisa mengukir baik itu pria maupun wanita. Salah satu jenis ukiran yang melegenda atau terkenal adalah macan kurung (nama sebuah ukiran ) yang cara membuatnya itu satu bahan kayu glondong di buat kurungan dan di dalamnya terdapat macan di atas kurungan terdapat naga dan langsug di buat ukiran tanpa sambungan,kalo kita bayangkan wah betapa sulitnya.

Namun untuk jenis ukiran macan kurung ini sudah langka karena lamanya waktu pemesanan dan tingkat kesulitan yang tak sembarangan orang bisa untuk membuatnya. Di daerah ini pun sering di kunjungi oleh wisatawan dari mancanegara maupun lokal untuk kepentingan bisnis atau hanya sekedar jalan-jalan. Selain di pasaran lokal seni pahat patung di Desa Mulyoharjo ini mampu menembus pasaran iternasional, itu terbukti dengan bayaknya barang-barang yang di ekspor sampai ke luar negeri.

 

Jika anda sedang berliburan ke Jepara jangan pernah lupa untuk mengunjungi tempat yang satu ini, karena di sini bayak toko toko atau showroom yang menjual hasil seni kerajinanya. dan anda pun langsung bisa membeli sofenir kecil kecil nan cantik atau lainya untuk menghiasi rumah anda.

 

LEGENDA

Dikisahkan seorang ahli seni pahat dan lukis bernama Prabangkara yang hidup pada masa Prabu Brawijaya dari Kerajaan Majapahit, pada suatu ketika sang raja menyuruh Prabangkara untuk membuat lukisan permaisuri raja sebagai ungkapan rasa cinta beliau pada permaisurinya yang sangat cantik dan mempesona.
Lukisan permaisuri yang tanpa busana itu dapat diselesaikan oleh Prabangkara dengan sempurna dan tentu saja hal ini membuat Raja Brawijaya menjadi curiga karena pada bagian tubuh tertentu dan rahasia terdapat tanda alami/khusus yang terdapat pula pada lukisan serta tempatnya/posisi dan bentuknya persis. Dengan suatu tipu muslihat, Prabangkara dengan segala peralatannya dibuang dengan cara diikat pada sebuah laying-layang yang setelah sampai di angkasa diputus talinya.

Dalam keadaan melayang-layang inilah pahat Prabangkara jatuh di suatu desa yang dikenal dengan nama Belakang Gunung di dekat kota Jepara. Di desa kecil sebelah utara kota Jepara tersebut sampai sekarang memang banyak terdapat pengrajin ukir yang berkualitas tinggi. Namun asal mula adanya ukiran disini apakah memang betul disebabkan karena jatuhnya pahat Prabangkara, belum ada data sejarah yang mendukungnya.

 
SEJARAH
  1. Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat, terdapat seorang patih bernama Sungging Badarduwung yang berasal dari Campa (Kamboja) ternyata seorang ahli memahat pula. Sampai kini hasil karya Patih tersebut masih bisa dilihat di komplek Masjid Kuno dan Makam Ratu Kalinyamat yang dibangun pada abad XVI.
  2. Keruntuhan Kerajaan Majapahit telah menyebabkan tersebarnya para ahli dan seniman hindu ke berbagai wilayah paruh pertama abad XVI. Di dalam pengembangannya, seniman-seniman tersebut tetap mengembangkan keahliannya dengan menyesuaikan identitas di daerah baru tersebut sehingga timbulah macam-macam motif kedaerahan seperti : Motif Majapahit, Bali, Mataram, Pajajaran, dan Jepara yang berkembang di Jepara hingga kini.
Read 372 times Last modified on Wednesday, 03 May 2017 10:50

PILIH BAHASA

English French German Indonesian Italian Portuguese Russian Spanish

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/ticjepar/public_html/modules/mod_wsfbcom/mod_wsfbcom.php on line 18

KALENDER EVENT

June 2017
S M T W T F S
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30