Emprak

  • Posted on:  Saturday, 28 January 2017 12:25
  • Written by 
Rate this item
(0 votes)
Kesenian Emprak yang populer di Jepara sekitar tahun 1980-an, kini sudah mulai hilang, tergantikan pergelaran musik dangdut, campursari, hingga pop, yang semakin merangsek ke desa-desa.
 
Emprak, merupakan kesenian tradisional yang dipopulerkan oleh Kyai Derpo tahun 1927 silam. Kesenian yang berasal dari Pleret (Mejing), Gamping, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta ini merupakan sarana untuk menyiarkan Islam dengan pembacaan tarikh (sejarah) Nabi. Kata emprak, berasal dari bahasa Arab imro’a yang berarti ajaklah: mengajak orang untuk menuju kebenaran ajaran Islam pada saat itu.
 
Di kabupaten Jepara, kesenian emprak sangat populer sekitar tahun 80-an. Hampir setiap hajatan (khitan maupun pernikahan) kesenian yang biasanya dipentaskan selama 8 jam (21.00-05.00) ini menjadi alternatif tontonan (hiburan) warga. Pada saat itu juga kesenian ini juga sering manggung--keliling desa satu ke desa lain.
 
Jenis kesenian tradisional yang tumbuh dan berakar di masyarakat yang merupakan perpaduan dari music ,gerak (tari) dan peran (lakon) dengan mengangkat sebuah tema berupa cerita tentang kehidupan dengan maksud memberikan pesan moral kepada masyarakat.
  • Alat music (instrument) pengiring berupa terbang (rebana) besar ,terbang kecil, dan kentongan
  • Rias wajah :ala kadarnya yang penting mennunjukkan kesan lucu / kocak
  • Tempat pentas di antai dengan gelaran tikar (lesehan )

Jumlah pemain minimal 5 orang & maksimal tidak terbatas terdiri perempuan dan laki-laki

  • Alat music (instrument) pengiring berupa terbang (rebana) besar ,terbang kecil, dan kentongan ditambah alat musik modern seperti orgen, gitar, dan suling
  • Rias wajah :cenderung bagus tapi tetap mennunjukkan kesan lucu / kocak
  • Tempat pentas di lantai atau dipanggun

Tema diambil dari kejadian di masyarakat, seperti : kawin lari,kawin paksa, perselisihan rumah tangga, dllyang diakhiri dengan pesan-pesan dan hikmah dari cerita yang dipentaskan. Adapun bagi pemain berkostum ala pegunungan dan tidak ketinggalan tetap memakai kupluk (kopyah) bayi. Dalam menyuguhkan suatu cerita juga diselingi dengan lawakan / banyolan, tuntunan-tuntunan, penerangan (tentang pertaniaan, agama, norma, politik, dll )

Pola permainan

  • Tarian khas emprak
  • Lagu-lagu
  • Penutup

Saat ini di Jepara terdapat 5(lima) kelompok Emprak yang masih eksis dan aktif yang terdapat di kecamatan Mlonggo,kecamatan Bangsri, dan kecamatan Keling gengan mayoritas pemainnya berusia tua

 

Read 629 times Last modified on Wednesday, 03 May 2017 12:26

PILIH BAHASA

English French German Indonesian Italian Portuguese Russian Spanish

KALENDER EVENT

October 2017
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31