Hari Jadi Jepara ( Prosesi Pentas Seni )

  • Posted on:  Saturday, 28 January 2017 11:58
  • Written by 
Rate this item
(0 votes)
 
 
 
PELAKSANAAN :
9 April :
* Kirab Budaya Prosesi Buka Luwur
* Buka Luwur Makam Ratu Kalinyamat
* Pengajian Akbar
lokasi: Ds Mantingan Kecamatan Tahunan (5 KM dari pusat kota Jepara)10 April :
* Upacara Hari Jadi Jepara Tingkat Kabupaten Dan Tingkat Kecamatan
* Tasyakuran
Setelah berakhirnya kemelut ini tampilah Ratu Kalinyamat penguasa di Jepara dan Pangeran Hadiwijaya di Pajang pada tahun 1549. Adapun identitas kedua tokoh ini yaitu Ratu Kalinyamat adalah puteri kandung dari Sultan Trenggono sedangkan Pangeran Hadiwijaya adalah putera menantu Sultan Trenggono pula. Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat, Jepara berkembang pesat menjadi Bandar Niaga utama di Pulau Jawa, yang melayani ekspor impor. Di samping itu juga menjadi pangkalan angkatan laut yang telah dirintis sejak masa kerajaan Demak.Hari jadi Jepara telah ditetapkan tanggal 10 April 1549 berdasarkan Peraturan Daerah Tingkat II Jepara Nomor 9 Tahun 1988, tentang Penetapan Hari Jadi Jepara. Adapun penetapan peraturan daerah ini mengacu pada tokoh Putri Retno Kencono yang dinobatkan selaku penguasa Jepara dengan nama “NIMAS RATU KALINYAMAT” secara singkat tokoh wanita sejarah legendaris ini dapat diuraikan sebagai berikut :

Setelah tewasnya Sultan Trenggono dari Kerajaan Demak dalam Ekspedisi Militer di Panarukan Jawa Timur pada tahun 1546, timbulnya geger perebutan tahta kerajaan Demak yang berakhir dengan tewasnya Pangeran Prawoto dari Demak, disusul Pangeran Hadlirin dari Jepara dan Pangeran Aryo Penangsang dari Jipan Panolan.

Sebagai seorang Penguasa Jepara, yang gemah ripah loh jinawi karena keberadaan Jepara kala itu sebagai Bandar niaga yang ramai, Ratu Kalinyamat dikenal mempunyai jiwa patriotisme anti penjajahan. Hal ini dibuktikan dengan pengiriman armada perangnya ke Malaka guna menggempur Portugis pada tahun 1551 dan tahun 1554. Adalah tidak berlebihan jika orang Portugis saat itu menyebut Sang Ratu sebagai “RAINHA DE JEPARA ”SENORA PADE ROSA DE RICA”, yang artinya Raja Jepara seorang wanita yang sangat berkuasa dan kaya raya.
Serangan sang Ratu yang gagah berani ini melibatkan hampir 40 buah kapal yang berisikan lebih kurang 5.000 orang prajurit. Namus serangan ini gagal ketika prajurit Kalinyamat ini melakukan serangan darat dalam upaya mengepung benteng pertahanan Portugis di Malaka, tentara Portugis dengan persenjataan lengkap berhasil mematahkan kepungan tentara Kalinyamat.
Namun semangat patriotisme sang Ratu tidak pernah luntur dan gentar menghadapi penjajah bangsa Portugis, yang di abad 16 itu sedang dalam puncak kejayaan dan diakui sebagai bangsa pemberani di dunia.
Duapuluh empat tahun kemudian atau tepatnya Oktober 1574, Sang Ratu Kalinyamat mengirimkan armada militernya yang lebih besar di Malaka. Ekspedisi militer kedua ini melibatkan 300 buah kapal diantaranya 80 buah kapal jung besar berawak 1500 orang prajurit pilihan. Pengiriman armada militer kedua ini dipimpin oleh Panglima terpenting dalam kerajaan yang disebut orang Portugis sebagai “QUILIMO”.
Walaupun ahirnya perang kedua ini yang berlangsung berbulan-bulan tentara Kalinyamat juga tidak berhasil mengusir Portugis dari Malaka, namun telah membuat Portugis takut dan jera berhadapan dengan Raja Jepara ini, terbukti dengan bebasnya Pulau Jawa dari penjajahan Portugis di abad 16 itu.
Sebagai peninggalan sejarah dari perang besar antara Jepara dan Portugis, sampai sekarang masih terdapat di Malaka komplek kuburan yang disebut sebagai Makam Tentara Jawa. Selain daripada itu tokoh Ratu Kalinyamat ini juga sangat berjasa dalam membudayakan SENI UKIR yang sekarang ini jadi andalan utama ekonomi Jepara yaitu perpaduan seni ukir Majapahit dengan seni ukir Patih Badarduwung yang berasal dari Negeri Cina.
Menurut catatan sejarah Ratu Kalinyamat wafat pada tahun 1579 dan dimakamkan di desa Mantingan Jepara, di sebelah makam suaminya Pangeran Hadlirin. Mengacu pada semua aspek positif yang telah dibuktikan oleh Ratu Kalinyamat sehingga Jepara menjadi negeri yang makmur, kuat, dan mashur, maka penetapan Hari Jadi Jepara yang mengambil waktu Beliau dinobatkan sebagai penguasa Jepara atau yang bertepatan dengan tanggal 10 April 1549 ini telah ditandai dengan candra sengkala “TRUS KARYA TATANING BUMI” atau terus bekerja membangun daerah.
 
 

JEPARA ANNIVERSARY

When

What

Where

April 9th

o   Buka Luwur Cultural Carnival

o   Buka luwur ceremony

o   Qur’an recital

Mantingan Village, Tahunan Sub-district (5Km away from the city center)

April 10th

-          Tasyakuran (a gathering to express thanks to God)

-          Anniversary ceremony in the evel of Regency and Subdistrict

Jepara Regency

 

After the terrible condition in Jepara, Queen Kalinyamat came to be the ruler of Jepara and Prince Hadiwijaya became a king of Pajang in 1549. Queen Kalinyamat is the daughter of Sultan Trenggana (a former king of Demak Kingdom) while Prince Hadiwijaya is the son-in-law of Sultan Trenggana. When she was being the ruler, Jepara turned to be a center of trade of Java which held export and import. Besides, Jepara also turned into a navy base since Demak Kingdom era.

Based on Regional Government Regulation of Jepara Number 9 of 1988 regarding the determination Of Jepara Anniversary, the day of anniversary of Jepara Regency is April 10th, 1549. This determination was based on the day when the ruler of Jepara named “NIMAS RATU KALINYAMAT” was crowned. Here is the brief story of her:
After the death of Sultan Trenggana fom Demak Kingdom in a Military Expedition of Panarukan, East Java in 1546, some struggled to get the throne of Demak Kingdom. There died many figures such as Prince Prawoto from Demak, Prince Hadlirin from Jepara and Aryo Penangsang from Jipan Panolan.
As the ruler of Jepara which is gemah ripah loh jinawi (a Javanese saying meaning peaceful, abundant and rich soil) jepara was became the center of trade.  It is shown when she delivered her soldiers to fight against Portugal in 1551 and 1554. Portuguese called her as “RAINHA DE JEPARA”SENORA PADE ROSA DE RICA” means a women ruler who is rich and powerful.
The Queen’s attack involved 40 ships contained 5000 troopers. Sadly, this attacked was unsuccessful because Portugal had the more complete modern weapons.  When the troopers tried to take over Portugal Fort in Malacca, they were failed.
The failure of the attack never reduced the patriotism of the Queen to kick away Portugal. In the 16th century, Portugal reached their glory and was recognized as the brave country in the world. 24 years later, October 1574, Queen Kalinyamat sent the bigger troops to Malacca. This second military expedition involved 300 ships, 80 of them were big junk ships rode by 1500 selected troops. This sending was led by a Commander of the kingdom, Portuguese called him as “QUILIMO”.
This second war brought a failure still. The war happened for few months, but the troops couldn’t kick Portugal away from Malacca. Although they came to a failure, they were success on making Portugal afraid and annoyed, it made Portugal went out from Java in the 16th century.
As the relic of the big war between Jepara and Portugal, there is a graveyard in Malacca called Makam Tentara Jawa or the Graveyard of Javanese Soldiers.
Queen Kalinyamat also took a part in introducing carve art to Jepara. Nowadays, a carve art which become the main source of Income of Jepara is a combination between a carve art from Patih Badarduwung from China and Majapahit kingdom.
Based on the historical evidences, Queen Kalinyamat died in 1579. She was buried next to her husband’s tomb in Mantingan Village, Jepara. To give a tribute to all of her contribution in bringing Jepara to success, the day when she crowned to be the ruler of Jepara was set to be the anniversary of Jepara Regency.  It was April 10th, 1549 with the chronogram “TRUS KARYA TATANING BUMI” or “keep working to bring a success”.
Read 2023 times Last modified on Monday, 29 May 2017 12:31

PILIH BAHASA

English French German Indonesian Italian Portuguese Russian Spanish

KALENDER EVENT

December 2017
S M T W T F S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31