Museum R.A Kartini

  • Posted on:  Saturday, 28 January 2017 11:51
  • Written by 
Rate this item
(1 Vote)

MUSEUM R.A. KARTINI

Museum RA. Kartini terletak di pusat kota atau tepatnya di sebelah utara alun-alun kota Jepara. Museum RA Kartini termasuk jenis museum umum dan sekaligus sebagai Obyek Wisata Sejarah atau Edukasi yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara selaku Dinas Teknis yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah. Museum ini dibuka setiap hari dan sering dikunjungi para wisatawan baik wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus). Museum RA Kartini didirikan pada tanggal 30 Maret 1975 pada masa pemerintahan Bupati Soewarno Djojomardowo, SH, sedangkan peresmiannya dilakukan pada tanggal 21 April 1977 oleh Bupati KDH Tingkat II Jepara, Soedikto, SH.

            R.A. Kartini Museum located in the center of the city at the northern of Jepara town square. The museum has Two functions, both for historical tourism object and also for educational tourism object for public, managed by the Departement Of Tourism And Culture as the technical institution choosen by the local goverment. The museum opens seven days a week and visited by many tourists (domestics and international tourists). R.A. kartini museum was built on march 30th 1975 in the era of Regent Soewarno Djojomardowo, SH. While the official opening was on April 21st 1977 by the 2nd level “KDH” Regent, Soedikto, SH

Tujuan didirikan museum ini adalah untuk mengabadikan jasa-jasa perjuangan RA Kartini dengan cara mendokumentasikan, memamerkan, dan memvisualkan benda-benda bersejarah peninggalan milik kakak kandungnya serta benda warisan budaya lainnya yang banyak ditemukan di daerah Kabupaten Jepara. Gedung museum dibangun di atas areal seluas 5.210 m2 dengan luas bangunan 890 m2 dan terdiri dari tiga buah gedung.Bila dilihat dari atas, maka gedung tersebut berbentuk huruf K, T, N, yang merupakan singkatan dari KARTINI. Untuk tahun 2016 terdapat penambahan sebuah Bagunan Gazebo yang disebut “ Paseban Museum Kartini ”

In purpose to documenting Kartini”s dedications in her struggle in ancient time, the goverment made the documentations, showed and visualized all of Kartini’s and her older brother’s historical heritages that found in Jepara. The museum was built on area with 5.210 m2 in width which the building has 890 m2 in width and has three rooms from the upper view we can see that the rooms formed the three letters, they are K, T, and N which the obbreviation from Kartini. In 2016 there’s an addition, a “Gazebo” which called “Paseban Museum Kartini”

1.      Gedung K

Digunakan sebagai ruang koleksi atau sebagai tempat untuk menyimpan benda – benda peninggalan dari R.A. Kartini, RMP. Sosrokartono, benda – benda bersejarah, dll.

 

The K Building

Used as a Collection room or as the place to keep the heritage stuffs from R.A. Kartini, RMP. Sosrokartono, the historical stuff and etc

 

 

2.      Gedung T

Digunakan Sebagai Ruang Aula dan Kantor pengelola Museum R.A. Kartini

 

The T Building

Used as the hall and as the office of R.A. Kartini Museum’s manager

 

3.      Gedung N

Sementara Waktu digunakan untuk ruang TIC Jepara (Tourism Information Center Jepara), ialah sarana pemberi informasi kepariwisataan Jepara untuk wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara dalam mencari informasi baik mengenai penginapan, tempat wisata, tentang jepara ataupun tentang karimunjawa.

 

The building N

For now (temporary) used as Jepara TIC (Tourism Information Center) office. It is the place for giving the informations to the domestic and also international tourists about accomodations, tourism objects, about Jepara history or in general and about Karimunjawa island.

 

4.      Bangunan Gazebo (Paseban Museum Kartini)

Digunakan sarana atau wadah sebagai tempat pentas seni atau treatikal, tempat meeting Komunitas dan sebagai Transit atau rumah jagong pengunjung museum kartini yang berada di tengah kota.

 

The Gazebo building ( Paseban Museum R.A. kartini)

Used as the place for perfoming arts or the theatricals, meeting place for communities and as the transit place for Jepara tourism visitors

 

Adapun penyajian untuk ruang koleksi museum (Gedung K) dibagi menjadi 3 ruangan sebagai berikut :

The presentation of the collection room (The K Building) divided into 3 rooms, as follows :

 

1.     Ruang 1 (Ruang Kartini) – Room 1 (Kartini’s Room)

Ruang ini berisi koleksi peninggalan RA Kartini berupa benda-benda dan foto-foto miliknya semasa masih hidup antara lain : (Satu) set meja kursi tamu yang masih asli terbuat dari kayu jati dengan ukiran khas motif Jawa kuno; Lukisan wajah beliau pada saat melangsungkan pernikahannya dengan Bupati Rembang, Raden Mas Adipati Djoyodiningrat pada tanggal 12 Nopember 1903; Foto contoh tulisan dalam bahasa Belanda yang ditujukan kepada sahabatnya di negeri Holland; Foto putera satu-satunya yaitu Raden Mas Singgih yang waktu kecilnya bernama Soesalit (Jawa : susah wiwit alit atau dalam bahasa Indonesia susah sejak kecil), Foto ayahandanya, RMAA. Sosroningrat yang pernah menjabat sebagai Bupati Jepara yang waktu itu pusat pemerintahannya berada di Pendopo Kabupaten, Foto ibu kandungnya, MA. Ngasirah yang berasal dari desa Telukawur Jepara, Meja belajar, Piring dan mangkok, Hasil keterampilan tangan muridnya berupa renda, Alat untuk membatik berupa canting milik RA Kartini, Silsilah RA Kartini, Serambi belakang pendopo Kabupaten, Botekan: sebuah tempat untuk menyimpan jamu sebagai persiapan pada saat RA Kartini akan dilahirkan, Mesin jahit kepunyaan muridnya yang sampai sekarang masih dapat dioperasikan.

Contains R.A. Kartini’s heritage collections, they are some stuffs and some of Kartini's pictures, those are : (one) original set of the living room teak wooden chairs and tables with the typical carving of ancient Javanese motives, Kartini’s face painting when she got married to the Rembang regent, Raden Mas Adipati Djoyodiningrat on November 12th 1903; the sample of Kartini’s hand write in dutch refered to her friend in Netherlands, the picture of Kartini’s only one son, Raden Mas Singgih. Who had the chilhood name as Soesalit (in Javanese means : “ Susah Wiwit Alit” or Someone who had the hard time since he’s been born), Kartini's father picture, RMAA. Sosroningrat who ever ruled as a regent of Jepara when Jepara front verandah as the center of the goverment, Kartini’s mother real picture, MA. Ngasirah Who came originally from Teluk Awur village, Jepara, the desk, plates (dishes) and bowls, the laced handicrafts from Kartini’s students, kartini’s “canting” as the tool to drew “batik”, Kartini’s family tree, the back porch of Jepara front verandah (picture), “Bothekan” a place to put the herbs as the preparation when the time before Kartini’s mother gave birth to her, the sewing mechine that belongs to Kartini’s student and still in good condition until to day.

 

Di ruang ini kita akan menjumpai benda-benda peninggalan maupun foto- foto dari kakak kandungnya, Drs. RMP. Sosrokartono. Tokoh yang turut berjuang dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia sekaligus sebagai motivator dan pendorong bagi cita-cita mulia RA Kartini, menguasai 26 jenis bahasa dan pandai dalam bidang pengobatan dengan menggunakan “Air Putih” sebagai media perantara. Beliau terkenal dengan sebutan “Joko Pring” atau “Mandor Klungsu” dan orang-orang sering memanggil beliau dengan julukan “Ndoro Sosro”.Selain itu beliau terkenal lewat ilmunya “Catur Murti” yaitu perpaduan antara ucapan, perasaan, pikiran, dan perbuatan. Menurut ajaran ilmu tersebut bilamana orang menguasai dan mampu memadukan keempat unsure di atas niscaya orang itu akan menjadi manusia yang sejati (Jawa : Mumpuni). Beberapa benda peninggalan dan foto-foto yang ada di ruangan ini antara lain: Kursi-kursi untuk antri para pasien yang kondisinya masih asli; kursi sofa untuk istirahat; tempat pengobatan sekaligus tempat pembaringan terakhir pada saat beliau wafat; foto gambar gunung Lawu dan Merapi yang diambil tidak melalui pesawat terbang maupun satelit, namun dari suatu tempat tertentu dengan kekuatan ilmu yang dimilikinya; ruang semedi; meja marmer asli; gambar huruf Alif yang terpasang pada bingkai sebagai tanda untuk mengetahui berhasil atau tidaknya dalam mengobati pasien; dll.

 

In this room we can see the heritages of Kartini’s older brother, DRS. RMP. Sosrokartono.The great figure who fight for Indonesia’s independence and also as Kartini’s motivator and her spirit booster in achieved her goals, he spoke in 26 languaages and he anbility to cured diseases by used fresh water only as the media. He’s well known as“Joko Pring” or “Mandor Klungsu”. Beside that, people also called him with “Ndoro Sosro”. He’s also well known with his guidance science”Catur Murti”, which means the combinations of words (Speak), heart, mind and deed. According to “Catur Murti” someone will be a true human if he succeed to combines those four things. It’s believed that he will be areally true person, then (in javanese : Mumpuni) some of his heritages in the museum areas the original chairs used by his patients to lined, the sofa for relax, the treatment altar which also be the last place for him in his last breath ; mount Lawu and mount Merapi’s picture,the picture that taken through his magic / supranatural journey with his magic skills, the meditation room, the original ceramic (marmer) table, “Alif” letter drawing in the frame used as his media to found out if he succeed to cured his patients ; etc

 

2.      Ruang 2 (Ruang Jepara Kuno) – Room 2 ( The Ancient Jepara Room)

Benda-benda yang ada di ruangan ini meliputi benda-benda purbakala periode abad VII yaitu peninggalan Ratu Shima. Ratu Shima adalah penguasa kerajaan Kalingga di daerah Keling Kabupaten Jepara dan benda-benda kuno bernilai sejarah yang ditemukan di wilayah Jepara, antara lain : Foto beberapa barang kerajaan yang terbuat dari emas dan platina, patung arca trimurti dan siwa mahaguru, yoni dan lingga, kepingan mata uang gopeng yang terbuat dari logam, potongan ornament batu berukir yang sekarang ini masih dapat dilihat pada dinding masjid Mantingan Jepara, Seperangkat gamelan kuno, bak mandi dan guci untuk menyimpan air yang terbuat dari tanah liat, beberapa barang keramik yang ditemukan di sekitar perairan Jepara dan perairan Karimunjawa, dll.

 

The things here are the prehistoric heritages found in Jepara from the 4th century, heritages of queen Shima. Queen Shima was the leader of Kalingga kingdom in Jepara. The prehistoric heritages found in Jepara, as follows : Some pictures of the kingdom’s heritages made from gold and platinum, trimurti statue, and the grand master’s follower (student), “lingga” and “yoni”, the coin strips, the piece of stone with carving ornaments which people can see the examples now on the Mantingan Great Mosque’s walls, a set of ancient Javanese music instruments,the bathub, and the clay ewer as the water container at the ancients time, ceramics that found around / in Jepara water areas and Karimunjawa island, etc.

 

Di ruang ini juga dapat kita lihat kerangka ikan raksasa “Joko Tuo” yang memiliki panjang 16 meter, lebar 4 meter dan tinggi 2 meter dengan berat 6 ton. Ikan tersebut ditemukan tahun 1989 di Pulau Karimunjawa dalam keadaan mati namun masih ada dagingnya. Menurut pakar sejarah /arkeologis bahwa ikan ini sebangsa ikan gajah, karena pada bagian kepalanya terdapat semacam gading seperti yang dimiliki hewan gajah serta ada bahasa latin dan spesies khusus untuk hewan tersebut. Namun kebanyakan para pengunjung menyebut ikan itu dengan nama ikan Paus.

 

In this room there’s also a giant fossil of  “ Joko Tuo’s “ Fish, which has 16 meters in length, 4 meters in width and 2 meters in height with 6 tons in weight. The fish found dead in Karimunjawa in 1989 with some flesh on it. According to the archeologist, it is said that the fish was the kind of elephant fish, because it had kind of ivories on its head like elephants have. There’s also a name for this kind of fish in latin language, it also has particular species for this fish. But most of the visitors called it as a whale.

 

3.      Ruang 3 (Ruang Kerajinan) – Room 3 (the craft room)


Di ruangan ini diperlihatkan tentang beberapa contoh barang hasil kerajinan dari Jepara yang terkenal yaitu : Patung dan ukir dari desa Mulyoharjo, souvenir kayu dari kawasan Pasar Tahunan, tenun ikat tradisional dari desa Troso, monel (logam baja putih) yang tidak berkarat atau stenlis steel dari desa Kriyan, rotan dan anyaman bambu dari Welahan, gerabah dan tanah liat yang berasal dari desa Mayong.

 

This room shows the visitors some examples of the well known crafts in Jepara, as follows : Mulyoharjo carving and statue, wooden souvenir from Tahunan district, the traditional bundle woven from Troso village, “monel” (white steel) with anti – rust quality, or stainless steel from kriyan village, rattan and the webbling bamboo from Welahan district, pottery and clay craft from Mayong district.


Jam Operasional (Setiap Hari Buka): 08.00 – 16.00 WIB

Kontak Person Manajer : 085225841999 (Subiyanto)

 Opens everyday from 8.00 a.m. to 4 p.m.

the Manager : Mr Subiyanto (phone: 085225841999)

Read 1427 times Last modified on Friday, 28 April 2017 13:18

PILIH BAHASA

English French German Indonesian Italian Portuguese Russian Spanish

KALENDER EVENT

October 2017
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31