Gong Perdamaian Dunia

  • Posted on:  Saturday, 28 January 2017 11:50
  • Written by 
Rate this item
(0 votes)

Lokasi: Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji Jepara

Replika Gong Perdamaian Dunia atau World Peace Gong dibuat pada akhir tahun 2002 yaitu pasca” Bom Bali-1” oleh Djuyoto Suntani (Presiden Komite Perdamaian Dunia) bersama Gde Sumarjaya Linggih (anggota DPR-RI), dan beberapa tokoh nasional lain seperti Esy Darmadi, Lius Sungkharisma. Berkat dukungan bapak Susilo Bambang Yudhoyono (Menkopolkan RI waktu itu), gong ini akhirnya ditabuh untuk pertama kalinya Presiden dan Wakil Presiden RI di Bali pada tanggal 31 Desember 2002, tepat pukul 00.00 WITA dihadapan seluruh took bangsa untuk mencanangkan “Tahun 2003 sebagai tahun perdamaian Indonesia”.

Gong Perdamaian Dunia dibunyikan untuk yang kedua kalinya oleh Sekjen PBB di Geneva (Eropa) pada 5 Februari 2003 untuk membuka acara “Second Global Summit on World Peace” yang diikuti oleh para tokoh dunia dari 179 negara.

Selanjutnya, Gong perdamaian Dunia kembali dibunyikan untuk yang ketiga kalinya oleh Presiden RI pada tanggal 14 April 2003 untuk membuka acara “PATA Conference”yang ke -52 di Bali. Lalu Gong besar ini kembali dibunyikan untuk yang keempat kalinya oleh Presiden RI dikota Magelang (Jawa Tengah) pada tanggal 14 Juni 2003 untuk membuka acara “Borobudur Internasional Festival”. Selanjutnya, gong ini dibawa berkeliling dunia guna menggemakan pesan mulia tentang pentingnya perdamaian bagi seluruh umat manusia dimuka Bumi.

Gong Perdamaian Dunia adalah satu-satunya sarana persaudaraan dan pemersatu umat manusia diplanet ini. Dengan adanya Gong Perdamaian Dunia, diharapkan seluruh umat manusia dapat disatukan tanpa mengenal perbedaan ras, suku, bangsa, idiologi, ataupun sekat-sekat pemisah lainya , juga, umat manusia diharapkan hanya mengenal satu kesatuan yang utuh dengan mengatas namakan satu keluarga yang tidak lain yaitu”kelurga bumi”

Gong Perdamaian Dunia memiliki banyak symbol yang memiliki makna tersendiri yang dapat mengontrol atau mengakomodir aspirasi dan kepentingan umat manusia. Pada lingkaran tengahnya terdapat tulisan “ World Peace Gong “, gambar bunga, serta tulisan dalam bahasa Indonesia ‘Gong Perdamaian Dunia’

Tulisan dan bunga merupakan peneguhan identitas jati diri Gong Perdamaian. Bahasa inggris ditampilkan karena merupakan bahasa komunikasi internasional.

Sedangkan bahasa Indonesia dimunculkan untuk menegaskan bahwa sarana agung ini berhasil dari Indonesia. Sementara gambar bunga digunakan karena bunga digunakan karena bunga merupakan lambang keindahan, kebahagian serta perdamaian.

 

BERASAL DARI GUNUNG MURIA –INDONESIA

Gong Perdamain Dunia paling awal berasal dari Desa Plajan Kecamtan Pakis Aji Kabupaten Jepara , Jawa Tengah. Gong sakral ini telah berusia 450 tahun dan dijaga oleh ibu Musrini sebagai pewaris milik gong generasi ketujuh, yang bertempat tinggal Desa Plajan dilereng Barat Gunung Muria. Gong ini dibuat oleh seorang wali yang berasal dari kerajaan Demak dan digunakan sebagai sarana dakwah dalam mengajarkan agama islam ke daerah pegunungan yang pada waktu itu msyarakatnya masih menganut kepercayaan animisme,

Tokoh dunia peraih”Nobel perdamaian” yang berkali-kali menjadi perdana Menteri Israel, Shimon Parez, menyambut Gunung Muria di Jawa Tengah (Indonesia) memiliki kekuatan aura magis luar biasa. Yesser Arafat (Presiden Palestina ). Juga peraih” Nobel Perdamaian ,” mengatakan Gunung Muria merupakan gunung pilihan Allah untuk dijadikan gunung perdamaian. Kedua tokoh peraih nobel asal Timur Tengah itu berpendapat bahwa Gunung Muria yang ada di Yerusalem (Palestina) karena memiliki struktur ukuran tinggi dan besar yang sama.

Namun Muria (Moria) berasal dari bahasa ibrani (Ibrahim), bearti “Pilihan Allah”. Gunung Muriah (Palestina)juga dianggap sebagai tempat yang sacral, mulai dari Zaman Nabi Ibrahim , Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman(Solomon). Nabi Isa, hingga Nabi Muhammad.

Replika Gong Perdamaian Dunia di desa Plajan terdiri dari:

  1. Gong Perdamaian Nusantara. Gong ini terpasang di 5 kota Indonesia:
  • Taman Pintar Yogyakarta
  • NTT
  • Singkawang, Kalimantan Barat
  • Palu, Sulawesi Tengah
  • Istana Negara, Jakarta
  1. Gedung Perdamaian Dunia

Gong ini dipasang di 202 Negara.

  1. Gong Perdamaian Asia Afrika

Gong ini terpasang di:

  • Museum Asia Afrika Bandung
  • Kantor Kepresidenan Afrika Selatan

HTM

  • Dewasa  : Rp 4.000
  • Anak      : Rp 2.000

(Pelajar disediakan harga paket)

 


WORLD PEACE GONG

Location: Plajan village Pakis Aji Jepara sub-district.

Gong is a traditional musical instrument. The replica of Gong Perdamaian Dunia or World Peace Gong was made in the end of 2002, when thefirst bombing happened in Bali. The Gong was made by Djuyoto Suntani (President the World Peace Committee) with Gde Sumarjaya Linggih (House of Representatives of the Republic of Indonesia), and some of national figures such as Esy Darmadi, Lius Sungkharisma. Because of the support from Susilo Bambang Yudhoyono (Coordinating Minister for Political, Legal, and Security Republic of Indonesia at that time), finally the gong had been played for the first time on 31th December 2002, at 00.00 Indonesia Central Standard Time (ICST). It was declared that “2003 is Indonesia year of peace”.

World Peace Gong had been played for the second time by Secretary General of the United Nations in Geneva (Europe) on 5th February 2003 to start the event of “Second Global Summit on World Peace”, which was followed by world figures from  179 countries.

Then, World Peace Gong had been played again for the third time by President of Republic Indonesia on 14th April 2003 to start the 52th event of “PATA Conference” in Bali. The Big Gong played for the fourth time by President of Republic Indonesia in Magelang city (Central Java) on 14th June 2003 to start the event of “Borobudur International Festival”. The Gong was brought around the world to spread the precious message about the importance of peace for all of humans on Earth.

World Peace Gong is the only facilitating brotherhood and humankind unification in planet earth. People are expected to realize the philosophy of mankind all over the world as “One Family of Earth.”

World Peace Gong has many symbols, with special meaning to control or accommodate aspiration and human needs. In the middle of the circle there is an inscription “World Peace Gong”, image of flower and Indonesian inscription “Gong Perdamaian Dunia”.

The inscription and the image of flower are the identity of World Peace Gong. The English is written in the gong as an International language. While Indonesian is written to explain that the great media came from Indonesia. The image of the flower is used to explain the beauty, happiness and peace symbol.

 Coming from Mount Muria - Indonesia

World Peace Gong came from Plajan village Pakis Aji Jepara sub-districts Jepara Regency, Central Java.  This 450 year-old-gong is kept by Mrs. Musrini as the heir of the gong from the seventh generation. She lived in Plajan village in the west slope of Mount Muria. The gong was made by Wali who came from Demak kingdom. It was used for da’wah (the preaching of Islam) in the mountains, where the local people still believed in animism.

World figure who reached “The Nobel Peace” is Shimon Parez. He also became Prime Minister of Israel for several times. He told that Mount Muria in Central Java (Indonesia) has an incredible magical power. Yesser Arafat (President of Palestine) also reached “The Nobel Peace”. He told that Mount Muria was a chosen Mount from God as a Mount of Peace. Both of the figures who reached “The Nobel Peace” who came from Middle East thought that Mount Muria in Jerusalem had a similarity with Mount Muria in Central Java, because it has the same height and large structure.

However, Muria (Moria) is a term in Hebrew (Ibrahim), which means “Chosen by God”. Mount Muriah (Palestine) is also considered as a sacred place, since by Prophet Ibrahim, Prophet Musa, Prophet Daud, Prophet Sulaiman (Solomon), Prophet Isa and Prophet Muhammad.

The replica of World Peace Gong in Plajan village consists of:

1. Archipelago Peace Gong. The Gong was placed in 5 cities in Indonesia:

  • Taman Pintar, Yogyakarta
  • East NusaTenggara (NTT)
  • Singkawang,West Kalimantan
  • Palu, Central Sulawesi
  • Istana Negara (Presidential Palaces), Jakarta

2. The Building of World Peace

The gong was placed in 202 countries in the world.

3. Asian-Africa Peace Gong

The Gong was placed in:

·        Asian Africa Museum in Bandung

  • Office of the President of South Africa

Entrance Fee:

·        Adult                : IDR 4,000

·        Children           : IDR 2,000

(Special package for student)

 

 

 

 

 

Read 581 times Last modified on Sunday, 18 June 2017 08:54

PILIH BAHASA

English French German Indonesian Italian Portuguese Russian Spanish

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/ticjepar/public_html/modules/mod_wsfbcom/mod_wsfbcom.php on line 18

KALENDER EVENT

June 2017
S M T W T F S
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30