Gong Senen

  • Posted on:  Saturday, 28 January 2017 11:47
  • Written by 
Rate this item
(0 votes)

Pada waktu Jepara diperintah oleh Kanjeng Adipati dalam abad yang lalu, terjadi keajaiban dengan adanya seperangkat “GAMELAN” yang datangnya tiba-tiba dan tidak diketahui dari mana asalnya. Kemudian Kanjeng Adipati mencoba dan mengamankan dan membunyikan / menabuh “GAMELAN” tersebut tetapi tidak bisa berbunyi.
Ditradisikan di Kabupaten Jepara bahwa setiap tanggal 28 (1 bulan sekali) seluruh LURAH dan TOKOH MASYARAKAT di seluruh wilayah Kabupaten Jepara mengadakan pisowanan agung di Pendopo Kabupaten dengan membawa hasil bumi dari daerah masing-masing sebagai tanda hormat dan tunduk pada Kanjeng Adipati (asok glondong pangareng-ngareng). Kemudian pada saat itu oleh Kanjeng Adipati Jepara disampaikan tentang adanya seperangkat gamelan yang datangnya secara misterius itu pada semua hadirin pada waktu mengadakan paseban / pertemuan yang pada pokoknya Kanjeng Adipati menceritakan masalah gamelan yang tidak bisa dibunyikan oleh Kanjeng Adipati, kemudian Kanjeng Adipati memberi kesempatan pada para lurah dan tokoh masyarakat untuk menabuh / membunyikan gong / gamelan tersebut satu per satu. Pada giliran Lurah Senenan gamelan tersebut bisa berbunyi maka Kanjeng Adipati memberikan mandate pada Bapak Lurah Senenan untuk memelihara dan membunyikan hingga sekarang.
Pada waktu Kanjeng Gusti Pakubuwono dari Kerajaan Surakarta Hadiningrat mengadakan kunjungan ke Kadipaten Jepara, berkenan untuk mengambil dan membawa seperangkat gamelan itu ke Keraton Surakarta dan menggantikannya dengan gamelan yang diambil dari keratin Surakarta Hadiningrat.

Mengapa disebut gong senen?
Karena menurut cerita, yang mampu untuk menabuh hanyalah Lurah / masyarakat desa Senenan dan waktunyapun khusus pada hari Senin pagi dan sore hari.
Maksud dan tujuan dibunyikan gong senen pada hari tersebut adalah untuk keselamatan keluarga Kanjeng Adipati dan masyarakat seluruh Kadipaten Jepara dan sekarang diberi nama “PRADONGGO BIROWO”
# Seperangkat gamelan tersebut terdiri dari :
Gong Besar : 1 buah
Kecrek / kecer : 2 buah
Kendang : 2 buah
Kempul : 2 buah
# Gending / lagu yang dinyanyikan sejak dahulu meliputi :
Coro Balen
Sendon Arang – arang
Kethuk Tutul
Kodok Ngorek

 

 

GONG SENEN (MONDAY GONG)

               Once upon a time when Kanjeng Adipati ruled Jepara in the last century, a miracle happened. Suddenly, there is a set of “GAMELAN” (a traditional group of Indonesian musicians, playing instruments such as xylophones and gongs) came. Then Kanjeng Adipati saved and tried to beat “GAMELAN” but it had no sound. Then, the activity became a tradition that every 28th (once a month). There is a tradition in Jepara regency that all of Lurah (sub district head) and the community leaders held pisowanan or great meeting in the Regency hall by bringing agricultural products from each area. At that time, Kanjeng Adipati told about mysterious arrival of a set gamelan toward all attendance when paseban was held. Kanjeng Adipati told about gamelan, which cannot be sounded by him, and then he let Lurah and the community leaders to beat gong or gamelan one by one. At the turn of Lurah Senenan the gamelan could produce a sound so Kanjeng Adipati gave  a mandate to keep and beat the gamelan until now. When Kanjeng Gusti Pakubuwono from Surakarta Hadiningrat Kingdom visited Jepara Regency, he deigned and took the set of gamelan to Surakarta Palace, and replaced it with Surakarta Hadiningrat Palace’s gamelan. 
 

Why is it called Gong Senen?

Based on a story, the one who can beat the gamelan is Lurah or Senenan villagers and at a special time only on Monday morning and evening.

The purpose Gong Senen sounded on that day was for the safety of Kanjeng Adipati’s family and all of the society in Jepara Regency and now namely “PRADONGGO BIROWO”.

 

A set of Gamelan consist of:

·        A Big Gong

·        Two kecreks (a musical instrumental with two or four thin metal discs attached to a frame).

·        Two kendangs (traditional wooden drums)

·        Two Kempuls (small gong)

Gending or songs are sung such as:

·        Coro Balen

·        Sendon Arang – arang

·        Kethuk Tutul

·        Kodok Ngorek

 

 

 
Read 872 times Last modified on Friday, 28 April 2017 13:49

PILIH BAHASA

English French German Indonesian Italian Portuguese Russian Spanish

KALENDER EVENT

December 2017
S M T W T F S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31