Air Terjun Songgo Langit

  • Posted on:  Saturday, 28 January 2017 11:36
  • Written by 
Rate this item
(0 votes)
Obyek wisata ini terletak di desa Bucu kecamatan Kembang 30 km sebelah utara dari kota Jepara. Air terjun ini mempunyai ketinggian 80 meter dan lebar 2 meter. Konon menurut cerita bahwa tempat ini akan menjadikan awet muda bagi para pengunjung yang melakukan cuci muka ataupun mandi.
 
Panorama alam di sekitar obyek wisata ini begitu indah dan udaranya cukup nyaman, sehingga sangat cocok untuk acara santai atau kegiatan rekreasi lainnya. Di tempat pula banyak dijumpai kupu-kupu yang beraneka ragam jumlahnya dengan warna-warni yang cukup indah. Unyuk mencapai obyek wisata tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4 dengan kondisi jalan beraspal.
 
Menurut legenda, Dikisahkan ada seorang jejaka yang berasal dari desa Tunahan menjalin cinta dengan seorang gadis cantik asal Dukuh Sumanding Desa Bucu Kecamatan Kembang. Jalinan cinta mereka ahirnya berlanjut hingga ke jenjang perkawinan. Di sini diceritakan bahwa antara desa Tunahan dan desa Bucu terbentang sungai (sekarang ini sungai yang berada di atas
 
obyek wisata tersebut airnya mengalir ke bawah menjadi air terjun). Pada zaman dahulu seorang laki-laki melamar seorang perempuan harus membawa perabotan dapur seperti wajan, piring, gelas, dll. Serta membawa hewan piaraan kerbau, sapi, kambing, dll.Pada suatu fajar si isteri bersiap menyiapkan makanan pagi untuk si suami tercinta. Dalam penyediaan sarapan tersebut si isteri kurang hati-hati sehingga menimbulkan suara-suara alat dapur yang saling bersentuhan. Alkisah, sang mertua (ibu si isteri) menegur anaknya : “Ojo glondhangan, mengko mundhak bojomu tangi” atau dalam bahasa Indonesia : “Jangan gaduh, nanti suamimu terbangun”. Rupanya si suami salah mendengar “Kerjo kok glondhangan, rumangsamu barange bojomu” atau dalam bahasa Indonesia “Kerja kok gaduh, memangnya barang bawaan suamimu”.
 
Pada saat itu juga si suami merasa tersinggung dengan perkataan sang mertua itu, kemudian pada suatu tengah malam kedua pengantin tersebut berniat pergi dari rumah untuk pindah ke tempat asal suami dengan mengendarai pedati/gerobak yang ditarikoleh sapi. Oleh karena jalannya begitu gelap, maka pedati yang mereka naiki salah jalan (kesasar) sehingga terasa pedati tersebut masuk jurang yang sangat dalam (sekarang air terjun Songgolangit) dan sepasang pengantin tersebut hilang tidak ada yang mengetahui keberadaanya.
Legenda tersebut bersifat turun temurun dan masih melekat kuat di hati masyarakat setempat sehingga merupakan pantangan antara orang-orang desa Tunahan dan desa Bucu untuk hidup sebagai suami isteri, karena dikuatirkan hubungan rumah tangga mereka akan mengalami kemelut.
Sedangkan dinamakan air terjun Songgolangit, karena dilihat dari bawah maka air terjun tersebut tampak seakan akan menyangga horizon langit (jawa : nyonggo langit).
 
Konon ceritanya air terjun ini ditunggui oleh sepasang suami isteri yang ikut menjaga kenyamanan para wisatawan yang menikmati keindahan obyek wisata tersebut, karena mereka merasa bahwa pengunjung-pengunjung adalah tamunya yang perlu dihormati dan dijaga keamanannya dan kenyamananya.
 
Saat ini obyek wisata ditutup sementara karena perlu dilakukan penataan ulang agar ke depan pengunjung lebih terjamin kenamanan dan kenyamanannya.
 
 

SONGGO LANGIT WATERFALL

This tourism object is located in Bucu village, Kembang sub-district, 30 km north of Jepara. This waterfall has the height 80 meters and width 2 meters. According to the story among local people, this place will make the body will be stay young after taking a bath or washing their face there.

The nature scenery around this place is so beautiful and the air is so relaxing, and makes this place comfortable as a recreation area. In this place, you can meet various kinds of butterflies with many beautiful colors. To reach this area, you may use 2 wheel vehicle or 4 wheel vehicle with asphalt road.

According to the legend, a long time ago there was a young man came from Tunahan village made a love relationship with a beautiful girl from Hamlet Sumanding, Bucu Village, sub-district Kembang. Their relationship continued until they marriage. There was a river between Tunahan village and Bucu village (now the river become waterfall). At that time, a young man who wanted to propose a girl must bring kitchen set such as frying pan, plate, glass, etc. and also brought pet such as buffalo, cow, sheep, etc. In the morning, the wife was having initiative to prepare breakfast for her beloved husband. When she was preparing the breakfast, because a little bit careless, she made noises from the kitchen set. Because of the noises, her mother warned her: “Don’t get noisy, it will make your husband awake.” Her husband heard that and miss inter-plated about what is his mother in law said as: “Why you make some noises when you work, do you think it is your Husband’s stuff? “

Right at the time, the husband felt so annoyed with his mother in law’s words, so in the middle of the night, the couple left from the house to move to her husband origin by riding a cart which was pull by cow. It was so dark, and they went to the wrong road (got lost) and they felt that the cart fell to the cliff (now is Songgolangit waterfall) and they were lost, and no one knew of its existence. This legend is so wide spread among the local people and become a prohibition between people from Tunahan Village and Bucu Village to be a couple, because they will meet many obstacles in their relationship.

Named Songgolangit waterfall because if you look the waterfall from the bottom, the waterfall looks sustain the sky (Javanese: nyonggo langit). It was told that a couple husband and wife guarded the waterfall. They were participating in guarding the tourists comfort ability that was enjoying the beauty nature in this area. It is because they felt that the tourists were their guests that should be respected and guarded their security and comfort ability.

 

 
Read 738 times Last modified on Monday, 15 May 2017 08:43

PILIH BAHASA

English French German Indonesian Italian Portuguese Russian Spanish

KALENDER EVENT

October 2017
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31