Anjungan Jepara di Puri Maerokoco Semarang

  • Posted on:  Saturday, 28 January 2017 11:27
  • Written by 
Rate this item
(0 votes)

Anjungan Jepara di Puri Maerokoco Semarang dibangun berdasarkan surat Gubernur Kepala Tingkat I Jawa tengah, Nomor : 510.1/32442 tanggal 29 Agustus 1991 yang merupakan sarana informasi dan promosi Kabupaten Jepara tentang produk andalan komoditi non migas yang berupa industri kerajinan dari pariwisata.

Luas Anjungan Jepara adalah 890,74 yang terdiri :

  1. Bangunan tradisional dengan luas bangunan 63 m2
  2. Pradonggo Birowo dengan luas bangunan 9 m2
  3. Sclupture palace dengan luas bangunan 9 m2
  4. Bangunan serba guna dengan luas bangunan 147 m2
  5. Gapura Mantingan dengan luas bangunan 12,75 m2
  6. Miniatur air terjun Songgo langit dengan luas 16 m2
  7. Toilet service room dengan luas bangunan 227,70 m2
  8. Taman dengan luas 373,33 m2
  9. Bangunan plaza dengan luas 217 m2

Pembangunan anjungan Jepara di Puri Maerokoco Semarang dimulai pada bulan Juni 1992 dan selesai pada bulan Juli 1993 dengan biaya sebesar Rp 407.887.600,- melalui Inpres 1993/1994.

  

PENJELASAN ANJUNGAN JEPARA

1. 1. 1.Bangunan bangunan dalam anjungan Jepara terdiri atas :

a.Joglo Jepara

Jenis bangunan ini merupakan bangunan tradisional di daerah Jepara dan sampai saat ini masih banyak dijumpai

Ciri khusus arsitektur bangunan ini adalah :

-Bahan bangunan terbuat dari kayu dengan dinding kayu berukir

-Memiliki 4 buah tiang ditengah bangunan

-Atap dari genting dan khusus kerpus memiliki motif gambar wayang

Adapun konsep falsafah dari bangunan Joglo ini adalah :

-Menghadap ke laut dengan maksud agar berpikiran luas

-Membelakangi gunung dengan maksud agar tidak conggak dan tinggi hati

-Atap berujud pegunungan dengan maksud religious yaitu tuhan diatas dan berkuasa atas segalanya.

-Tiga buah pintu didepan merupakan perwujudan hubungan antara:

-Manusia dengan Tuhan

-Manusia dengan manusia

-Manusai dengan alam

-Tiga wuwungan atap tidak patah tetapi melengkung yang mempunyai maksud sebagai

Perwujudan cara hidup yang luas.

b.Pradonggo Birowo

Bangunan ini merupakan duplikat dari bangunan aslinya yang ada disebelah kiri pendopo Kabupaten Jepara. Fungsi bangunan ini adalah sebagai tempat gamelan yang hanya terdiri atas kendang,kecrek,kempul,dan genjur. Dibunyikan setiap hari senin sehingga gamelan ini oleh orang Jepara disebut GONG SENEN.

c.Sclupture Palace

Bangunan ini merupakan bangunan monumental bagi potensi industry kerajinan di Jepara yaitu dalam bentuk patung orang yang menggambarkan sedang memahat kuda yang maksudnya merupakan syimbol dinamika Jepara sebagai kota ukir.

d.Bangunan Serbaguna

Bangunan ini diadakan untuk kepentingan minampilkan kesenian-kesenian Jeparadalam event-event tertentu yang diprogramkan.

e.Gapura Mantingan

Gapura ini merupakan duplikat gapura kuno yang ada di Desa Mantingan yang merupakan pintu masuk menuju Makam Ratu Kalinyamat dan masjid Kuno Mantingan. Dilihat dari sisi arsitektur diperkirakan gapuro mantingan ini dibangun pada akhir abad XVII yaitu dalam pengertian Bahasa arab ghoruuen yang bermakna agar setiap orang yang datang kekomplek Masjid kuno Mantingan dan makam Ratu kalinyamat agar selalu ingat untuk memohon ampunan pada Tuhan yang maha esa.

f.Miniatur Air Terjun Songgolangit

Bangunan ini merupakan prototip dari sebuah obyek wisata alam yang indah dengan air terjunnya yang berlokasai di desa Bucu Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara.

g.Toilet / service room

Bangunan ini disamping untuk toilet juga berfungsi sebagai gudang .

2. 2.Penjelasan isi dan penggunaan bangunan.

1.Direncanakan bangunan joglo Jepara akan diisi dengan :

a.Duplikat meja kursi RA Kartini

b.Meja marmer kuno

c.Alat tenun tradisional dari torso

d.Lukisan imajinasi Ratu Kalinyamat

e.Lukisan RA Kartini

f.Contoh beberapa hasil industry kerajiana Jepara, Seperti relief, tenun ikat, monel, dan lain-lain

2.Pada waktu tertentu bangunan joglo Jepara ini bersama dengan bangunan serbaguna dapat digunakan pula sebagai Anjang pameran

3. Atraksi Kesenian
Pada event-event tertentu, gedung serbaguna dapat digunakan pula untuk kepentingan atraksi seni khas Jepara antara lain : emprak, kentrung, ketoprak,dll

  
 
Jepara Pavilion in the Puri Maerokoco
 
Jepara pavilion in the Puri Maerokoco, Semarang, built based on the letter of Governor of Central Java Level I, No. 510.1 / 32 442 dated August 29, 1991 , as a facility of information and promotion of Jepara regency of flagship products in the form of non-oil commodities handicraft industry of tourism. 
The width of Jepara Pavilion is 890.74 m2, consisting of :
1.      Traditional building with an area of 63 m2 
2.      Pradonggo Birowo with an area of 9 m2
3.      Sculpture palace with an area of 9 m2
4.      Multipurpose building with an area of 147 m2
5.      Mantingan gate with an area of 12.75 m2
6.      Songgo Langit miniature waterfalls with area of 16 m2 
7.      Toilet service room with an area of 227.70 m2
8.      Park with an area of 373.33 m2
9.      The Plaza building with an area of 217 m2
 
The contractions of Jepara Pavilion in the Puri Maerokoco, Semarang began on June 1992 and finished on July 1993 at a cost of Rp407.887.600,- through the Presidential Decree 1993/1994.
 
1.      The Explanation about Jepara Pavilion 
The building in Jepara Pavilion
a.       Joglo Jepara
This kind of building is the traditional building in Jepara and still plentiful until now. The characteristic of the building architecture are:
- The building material made from the carved wood walls
- Has four poles through the construction
- The roof of special tiles has a puppets motive
 
The philosophies of building Joglo are: 
-    Facing the sea with the intention to be broad-minded
-    Back to the mountain with the intention that not arrogant and concated
-    The roof intangible mountains with religious purpose that God above and all-powerful.
 
Three front doors is manifestation of the relationship between:
1.      Man with God
2.      Man with man
3.      Man with nature

Three wuwungan roof, not broken but curved intentioned as the embodiment comprehensive way of life.

b.      Pradonggo Birowo

This building is a duplicate of the original building on the left Pavilion of Jepara regency. The function of this building is as gamelans that only consist of drums, manacle, kempul, and genjur. This gamelan played every Monday by Jeparans called Gong Senen.

c.       Sculpture Palace

This build is a monumental building for the potential of the craft industry in Jepara, in form of sculptures depicting people being sculpt horses which meant the dynamics symbol of Jepara as a carving city.

d.      Multipurpose building

The building was built for the benefits of the arts Jepara in displaying certain events are programmer.

e.       Mantingan Gate

This gate is a duplicate of an ancient gate in the village Mantingan which is the entrance to the Tomb of Queen Kalinyamat and Ancient mosque of Mantingan. Viewed from the architecture, Mantingan gate was built in the end of the XVII century. In Arabic the definition of ghoruuen which means that everyone that cones to the complex of ancient mosque Mantingan and tomb of Queen Kalinyamat to always remember to ask for forgiveness to God almighty one.

 

f.       Songgo langit waterfalls miniature

This build is a prototype of beautiful natural attractions with a waterfall that located in the Bucu village, Kembang Subdistrict, Jepara Regency.

g.      Restroom and service room

Not only use as a restroom, this building also use as a warehouse.

 

 

2.      The explanation of the content and the building usage:

1.      Planned for the building of Jepara Joglo, will be filled with :

a.       The duplicate of desk and chair of R.A Kartini

b.      The ancient marble table

c.       Traditional loom of Troso

d.      Imagination painting of Queen Kalinyamat

e.       The picture of R.A Kartini

f.       There are some example of the result craft industry such as relief, ikat, Monel, and others.

 

2.      In a certain time, the building of Jepara’s Joglo with the multipurpose building can be used as a gathering in an exhibition.

3.      Art things

In certain events, multipurpose hall can be used for the sake of art attractions typical of Jepara, among others: Emprak, kentrung, Ketoprak, etc.

Read 1685 times Last modified on Wednesday, 26 April 2017 09:59
More in this category: Waterboom Tiara Park »

PILIH BAHASA

English French German Indonesian Italian Portuguese Russian Spanish

KALENDER EVENT

December 2017
S M T W T F S
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31